Padang, RajawaliNusantara | Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai memberlakukan sistem bekerja dari rumah (WFH) secara penuh setiap hari Jumat, yang akan dimulai pada pekan kedua April 2026.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menyampaikan di Kota Padang pada Selasa bahwa kebijakan ini sebenarnya sudah mulai diterapkan di beberapa bagian, dan pada pekan tersebut akan dijalankan secara menyeluruh. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri serta Menteri PAN-RB terkait penerapan WFH bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat.
Selain itu, Mahyeldi juga mengimbau para kepala dinas agar lebih efisien dalam penggunaan kendaraan dinas, misalnya dengan berbagi kendaraan untuk kegiatan yang sama guna menghemat bahan bakar.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah provinsi akan melakukan pengawasan ketat terhadap ASN yang menjalankan WFH, termasuk melalui perangkat elektronik. Kehadiran dan aktivitas pegawai akan dipantau secara berkala, dan jika tidak merespons dalam waktu tertentu, akan dianggap tidak hadir. ASN juga diwajibkan tetap mengenakan seragam saat bekerja dari rumah agar aktivitas mereka dapat terpantau.
Sementara itu, pakar kebijakan publik dari Universitas Andalas, Aidinil Zetra, mengingatkan agar penerapan WFH tidak menurunkan kualitas pelayanan publik. Ia menilai, jika layanan terganggu, kepercayaan masyarakat bisa ikut terdampak. Pemerintah pun diminta berhati-hati dalam menjalankan kebijakan ini, termasuk mengantisipasi kemungkinan ASN memanfaatkan WFH sebagai peluang memperpanjang libur akhir pekan.***